Kometzone's Blog

December 27, 2008

Karma

Filed under: Renungan — kometzone @ 8:48 pm

Menilik pernyataan temen aku di tulisan sebelumnya mengenai karma, jadi ingat pula diskusi aku dengan teman minggu lalu dalam sebuah perjalanan pulang mengenai keadilan Allah. “KARMA”, yah apapun orang menyebutnya tapi aku selalu menganggap bahwa itulah keadilan Allah. Tuhan Maha Adil, secara akademik tak seorangpun yang menolak, tetapi banyak pula yang diam-diam mempertanyakan keadilan Tuhan. Pembicaraan tentang keadilan Tuhan bukanlah hal baru. Persoalan ini hadir sejak manusia mengenal baik buruk. Segala hal yang datang dari Tuhan itu pastilah kebaikan, karena dialah yang membuat segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Boleh jadi engkau membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyenangi sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui. Keburukan itu ada hanya karena keterbatasan pandangan manusia saja. Segala sesuatu sebenarnya tidak buruk, tetapi nalar manusia yang terbatas itulah yang mengiranya buruk. Nalar tidak dapat menembus semua dimensi.Renungkan pula bagaimana proses yang mengantar manusia (dan makhluk lain) pada kebahagiaan, ternyata di sana ada pihak yang harus menjadi korban. Pengorbanan itu merupakan syarat kesempurnaan jenis makhluk, termasuk manusia. Korban (yang mengalami “keburukan”) harus ada demi mewujudnya kebaikan dan keindahan. Suatu bahaya yang mencekam ternyata melahirkan keindahan berupa munculnya orang-orang pemberani yang berhasil mengusir bahaya itu. Pengalaman menderita sakit parah ternyata bisa mendatangkan rasa keindahan, yakni ketika merasakan betapa nikmatnya kesehatan. Nah, siapa yang harus mengalami semuanya itu jika bukan makhluk?. Jika penderitaan itu terjadi karena kesalahan, maka hal itu sudah setimpal dengan ulahnya, sedangkan jika seseorang tidak bersalah tetapi menjadi korban, maka pengorbanan manusia akan dibalas oleh Allah dengan ketinggian derajat di akhirat. Dapat disimpulkan bahwa untuk memahami tujuan keberadaan dirinya, manusia harus bekerjasama memikul bencana. Tanpa memahami kerjasama itu maka manusia tidak akan mampu memahami makna kehadirannya sebagai manusia. Persoalan keadilan Tuhan memang bukan problem nalar, tetapi problem rasa, sebagai akibat dari keinginana manusia untuk selalu mendapatkan yang terbaik untuk dirinya.Disinilah agama dan keyakinan berperan besar. Wallohu a`lam bissawab.

December 20, 2008

Judgement

Filed under: Renungan — kometzone @ 8:47 pm

Kemaren malem aku chat ama temen yang katanya lagi patah hati. Dia men-judge cowoknya brengsek dan dia mencibir dengan berkata “emang dia ga tau apa kalo ada karma?”. Disini aku tidak ingin membahas masalah dia, yang ingin aku bahas lebih mengenai kenapa orang (termasuk aku) suka menilai apalagi men-judge bahwa aku lebih baik dari dia? Apa bedanya seseorang yang dalam hatinya berbisik men-judge buruk orang lain melalui kaca mata dirinya yang mungkin berbeda karena nilai-nilai yang dianut orang lain itu berbeda dengan nilai yang dirinya anut? kecuali demi satu keuntungan yaitu niat buruk yang terpendam dalam hatinya. Entah Anda setuju atau tidak?

“Seorang terpelajar seharusnya mampu berlaku adil sejak dalam pikiran…”.
(Pramoedya Ananta Toer).

Alangkah indah jika kita mau menjadi hakim pada diri kita sendiri sebelum kita menghakimi orang lain karena tujuan sebenarnya yang kita cari adalah sebuah kebenaran dan bukan suatu pembenaran.

Create a free website or blog at WordPress.com.