Kometzone's Blog

May 29, 2015

Pertanyaan Seputar E-Commerce

Filed under: Uncategorized — kometzone @ 11:38 am

Bisnis di Internet tampaknya sedang booming, hampir semua tampaknya sibuk membicarakannya dan bersiap-siap untuk turut berkiprah dalam dunia perdagangan millenium ini. Tentunya sebelum melakukan terjun bebas ke dunia perdagangan elektronik ini ada baiknya kita mengetahui sedikit tentang teknologi yang digunakan, berbagai standard, maupun nuansa regulasi yang ada dalam bisnis online di Internet tersebut.

Berikut pertanyaan yang sering ditanyakan dalam e-commerce sehingga dapat menjadikan Website Anda yang tadinya pasif menjadi lebih aktif, toko yang dapat menghasilkan pendapatan / uang bahkan menjadikan tempat untuk memotong jalur distribusi.

Apakah E-Commerce?
Web shopping/online shopping sebetulnya hanya sebagian kecil sekali dari belantara e-commerce. Web shopping yang termasuk di dalamnya transaksi online stok, men-download software langsung dari web sebetulnya menghubungkan bisnis ke konsumen ini hanya sekitar 20% dari total e-commerce, sedang sebagian besar sebetulnya lebih banyak berupa hubungan dagang bisnis ke bisnis yang memudahkan proses pembelian antar perusahaan-perusahaan.

Walaupun pesatnya penetrasi bisnis online di negeri China tidak sepesat di Amerika Serikat, bisa dikatakan separuhnya, terbukti angka ecommerce trading di China semakin potensial khususnya dalam lingkup bisnis makanan, obat-obatan, perhiasan dan garmen. International Data Corporation (http://www.idc.com/) memperkirakan dalam kurun 5 tahun ke depan, nilai ecommerce ini akan bertambah sekira 30% pada B2B dan 48% pada online trading di dalam keseluruhan pasar.

Apakah Pemerintah Akan Me-Regulasi E-Commerce?
Tampaknya akan menjadi tantangan cukup serius bagi orang-orang pajak di Indonesia karena transaksi-transaksi yang bersifat intangible melalui Internet sangat sulit di deteksi, semakin hari semakin banyak transaksi jenis ini terjadi di Internet. E-Commerce yang melibatkan pemindahan barang cukup mudah di deteksi di pelabuhan atau bandar udara sehingga dapat di deteksi oleh beacukai / custom, selain itu rasanya sulit.
Kalau boleh saran, alangkah cantiknya negara ini kalau sebagian besar bangsanya bisa menjadi produsen di Internet dan melakukan transaksi dagang/eksport ke Internet. Tampaknya banyak orang di Indonesia yang belum sadar bahwa negara tempat kita berdiri sangat banyak menjanjikan hal-hal yang diminati oleh bangsa lain, apakah itu kekayaan alam-nya, sosial, budaya dll.

Seberapa Aman E-Commerce?
Sebenarnya sebagian besar dari pencurian kartu kredit terjadi di sebabkan oleh pegawai sales yang menghandle nomor kartu kredit tersebut. Sistem e-commerce sebetulnya menghilangkan keinginan mencuri tadi dengan cara meng-enkripsi nomor kartu kredit tersebut di server perusahaan. Untuk merchants, e-commerce juga merupakan cara yang aman untuk membuka toko karena meminimalkan kemungkinan dijarah, dibakar atau kebanjiran. Hal yang paling berat adalah meyakinkan para pembeli bahwa e-commerce adalah aman untuk mereka.
Umumnya pengguna kartu kredit tidak terlalu mempercayainya, tapi para pakar e-commerce mengatakan bahwa transaksi e-commerce jauh lebih aman daripada pembelian kartu kredit biasa.
Terus terangnya memang tidak ada sistem e-commerce yang bisa menggaransi proteksi 100% kepada kartu kredit anda, tapi kemungkinan untuk dicopet dompet Anda di toko online akan jauh lebih rendah dibandingkan di tempat biasa.

Bagaimana Cara Memulai Berjualan Secara Online?
Saat ini banyak produk-produk yang memungkinkan kita mensetup situs e-commerce dan langsung berjualan dalam waktu beberapa hari / minggu, mulai dari yang simple, murah hingga mahal dan kompleks.

Adakah Standar Teknologi Untuk E-Commerce?
Di samping berbagai standar yang digunakan di Intenet, e-commerce juga menggunakan standar yang digunakan sendiri, umumnya digunakan dalam transaksi bisnis-ke-bisnis. Beberapa diantara yang sering digunakan adalah: Electronic Data Interchange (EDI): dibuat oleh pemerintah di awal tahun 70-an dan saat ini digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan Fortune di Amerika Serikat, EDI adalah sebuah standar struktur dokumen yang dirancang untuk memungkinkan organisasi besar untuk mengirimkan informasi melalui jaringan private. EDI saat ini juga digunakan dalam corporate web site.

Open Buying on the Internet (OBI): adalah sebuah standar yang dibuat oleh Internet Purchasing Roundtable yang akan menjamin bahwa berbagai sistem e-commerce dapat berbicara satu dengan lainnya. OBI yang dikembangkan oleh konsorsium OBI http://www.openbuy.org/ didukung oleh perusahaan-perusahaan yang memimpin di bidang teknologi seperti Actra, InteliSys, Microsoft, Open Market, dan Oracle.

Open Trading Protocol (OTP): OTP dimaksudkan untuk menstandarisasi berbagai aktifitas yang berkaitan dengan proses pembayaran, seperti perjanjian pembelian, resi untuk pembelian, dan pembayaran. OTP sebetulnya merupakan standar kompetitor OBI yang dibangun oleh beberapa perusahaan, seperti AT&T, CyberCash, Hitachi, IBM, Oracle, Sun Microsystems, dan British Telecom.

Open Profiling Standard (OPS): sebuah standar yang di dukung oleh Microsoft dan Firefly http://www.firefly.com/. OPS memungkinkan pengguna untuk membuat sebuah profil pribadi dari kesukaan masing-masing pengguna yang dapat dia share dengan merchant. Ide dibalik OPS adalah untuk menolong memproteksi privasi pengguna tanpa menutup kemungkinan untuk transaksi informasi untuk proses marketing dsb.

Secure Socket Layer (SSL): Protokol ini di disain untuk membangun sebuah saluran yang aman ke server. SSL menggunakan teknik enkripsi public key untuk memproteksi data yang di kirimkan melalui Internet. SSL dibuat oleh Netscape tapi sekarang telah di publikasikan di public domain.

Secure Electronic Transactions (SET): SET akan mengenkodekan nomor kartu kredit yang di simpan di server merchant. Standar ini di buat oleh Visa dan MasterCard, sehingga akan langsung di dukung oleh masyarakat perbankan. Ujicoba pertama kali dari SET di e-commerce dilakukan di Asia.

Truste adalah sebuah partnership dari berbagai perusahaan yang mencoba membangun kepercayaan public dalam e-commerce dengan cara memberikan cap Good Housekeeping yang memberikan approve pada situs yang tidak melanggar kerahasiaan konsumen.

Istilah Apa Saja Yang Perlu Saya Ketahui?
E-commerce memang penuh dengan berbagai istilah, beberapa diantara-nya adalah: Digital atau electronic cash: juga dikenal sebagai e-cash, istilah ini ditujukan untuk beberapa pola / metoda yang memungkinkan seseorang untuk membeli barang atau jasa dengan cara mengirimkan nomor dari satu komputer ke komputer yang lain.
Digital money: adalah terminologi global untuk berbagai e-cash dan mekanisme pembayaran elektronik di Internet. Dis-intermediation: adalah proses untuk memotong jalur perantara.

Electronic wallet: Pola pembayaran – seperti CyberCash Internet Wallet http://www.cybercash.com/, akan menyimpan nomor kartu kredit Anda di harddisk Anda dalam bentuk terenkripsi yang aman.

Extranet: adalah sebuah kelanjutan dari intranet perusahaan yang mengkaitkan jaringan internal satu perusahaan dengan jaringan internal supplier mereka maupun pelanggan mereka.

Micropaymet: transaksi dalam jumlah kecil antara beberapa ratus rupiah hingga puluhan ribu rupiah, misalnya untuk mengambil / mengakses grafik, game maupun informasi.

Bagaimana Cara Usaha Kecil Mengambil Keuntungan Dari E-Commerce?
Ternyata bukan hanya perusahaan besar saja yang berkecimpung dalam e-commerce tapi juga banyak pengusaha kecil yang berkiprah dengan Web sederhana.
Seringkali yang dibutuhkan untuk sukses hanya promosi sederhana agar terlihat oleh para pelanggan. Berita mulut ke mulut, posting di newsgroup, dan mendaftarkan diri di search engine cukup sudah untuk menarik pelanggan ke situs anda.

Apa Penghalang Utama Untuk Melakukan E-Commerce?
Menurut survey yang dilakukan oleh CommerceNet, para pembeli/pembelanja belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce, mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari di e-commerce, belum ada cara yang mudah dan sederhana untuk membayar. Di samping itu, surfing di e-commerce belum lancar betul.

Pelanggan e-commerce masih takut ada pencuri kartu kredit, rahasia informasi personal mereka menjadi terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik. Umumnya pembeli masih belum yakin bahwa akan menguntungkan dengan menyambung ke Internet, mencari situs shopping, menunggu download gambar, mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan kemudian harus takut apakah nomor kartu kredit mereka di ambil oleh hacker.

Siapa Yang Kalah Jika Pengusaha Berpindah Kepada Bisnis Online?
Perusahaan yang akan secara langsung dirugikan oleh e-commerce adalah agen perjalanan, tiket bioskop, katalog mail-order, dan toko retail – terutama toko perangkat lunak. Mungkin kalau di Indonesia yang terasa hanya bagi agen perjalanan & bisnis sekitar turis. E-commerce dengan nyata telah mempengaruhi teritori bisnis tersebut.
Cerita sukses e-commerce, seperti amazon.com, sebetulnya merupakan bentuk lain dari sebuah proses perantara. Amazon.com tidak menerbitkan buku. Mereka semua umumnya hanyalah sebuah distributor online saja.

Tampaknya e-middleman harus mendemonstrasikan bahwa mereka menambahkan nilai dalam proses pembelian, melalui marketing, customer service, juga metoda-metoda lain. Kalau tidak maka pelanggan akan memutuskan modem-nya dan tidak akan menggunakan jasa mereka lagi.

Bagaimana Masa Depan E-Commerce? (What Is The Future Of E-Commerce?)
e-commerce mempunyai masa depan cerah. Jika berbagai detail dari perdagangan online ini dapat di selesaikan maka bukan mustahil e-commerce dan Internet akan mengubah struktur dunia usaha secara global.

Dengan perkembangan masyarakat virtual yang demikian besar – banyak orang yang berpartisipasi dalam berbagai interest group online – memperlihatkan pergeseran pardigma dari kekuatan ekonomi yang bertumpu pada pembuat / manufacturer ke kekuatan pasar.

Masyarakat virtual akan menggoyang kehebatan divisi marketing dan penjualan di perusahaan-perusahaan besar. Justru perusahaan-perusahaan kecil dengan produk yang lebih baik dan customer service yang baik akan dapat menggunakan masyarakat virtual ini untuk mengalahkan perusahaan besar – sesuatu yang cukup sulit dimengerti di dunia nyata.

Advertisements

July 3, 2013

MISLA basic series

Filed under: Uncategorized — kometzone @ 5:51 pm

Pertanyaan muncul ketika MISLA mengeluarkan basic series, Kenapa MISLA mengeluarkan basic series?
Suka suka gw dong, masalah buat loh? Hahaha..
MISLA mengeluarkan produk basic series karena kami merasa ada kejenuhan pada produk basic series yang ada di pasaran saat ini dimana modelnya monotone dan penggunaan bahan yang low quality.

Pertanyaan lanjutan, kenapa saya harus beli produk basic series dari MISLA?
Ya.. ya.. ya.. basic series adalah produk pasaran. Tapi basic series MISLA berbeda, karena dibuat oleh penjahit kualitas butik dengan bahan rayon spandex terbaik dan inovasi terhadap produk pasaran. Coba bandingkan sendiri 🙂

Boleh nanya lagi? :p
Ya.. ya.. ya.. pertanyaan muncul karena pelanggan MISLA adalah pelanggan yang pintar sekaligus kritis. Pintar karena tidak ingin terjebak dengan membeli barang mahal untuk produk murahan dan Kritis karena sudah bosan dengan barang murah untuk produk pasaran.

Mengapa MISLA basic series harganya lebih miring dibanding MISLA collection nya?

Wah wah wah… pelanggan MISLA ternyata lebih cerdas dari yang dibayangkan… pusing dagh gw… modal udah banyak, barang belum laku, udah dibikin pusing dengan pertanyaan pertanyaan hebat hahaha…
Dalam penentuan harga, MISLA memiliki rumusan khusus dan tidak sembarangan sehingga harga yang ada sangatlah tepat untuk produknya.

Saat ini MISLA memiliki seorang marketing manager. Beliau memberikan satu materi kuliahnya berupa strategi pemasaran yang menjadikan acuan dalam penentuan harga produk MISLA. Garis besarnya ada 4 strategi pemasaran yaitu:

1. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming): peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merk.

2. Strategi peluncuran lambat (slow skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.

3. Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.

4. Strategi penetrasi lambat (slow-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini digunakan oleh pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga, dan terdapat beberapa persaingan potensial.

Dari sisi strategi pemasaran, MISLA collection menggunakan strategi pertama karena diproduksi secara terbatas untuk jangka waktu koleksi yang tidak panjang sehingga biaya produksi dan pemasarannya pun besar. Untuk MISLA basic series menggunakan strategi ketiga karena MISLA ingin mengambil alih produk pasaran untuk kalangan pelanggan cerdas. Targetnya adalah MISLA basic series bisa everlasting sehingga diawal MISLA siap tidak untung. Harapan kedepannya banyak pelanggan cerdas yang menggunakan MISLA basic series sehingga biaya marketing dan biaya produksi bisa menurun sejalan dengan skala produksi. Ya.. ya.. ya.. secara otomatis keuntungan MISLA bertambah tanpa menaikkan harga produk. Amien

May 27, 2009

Ulang Tahunku

Filed under: Uncategorized — kometzone @ 8:40 pm

Hari ini ulang tahunku, 28 tahun sudah hidupku berlalu begitu saja, tanpa perkembangan hidup yang berarti. Aku harus mulai menyadarkan diri, masih banyak hal yang mesti dikejar, jangan sia-sia kan sisa hidup ini. Ya Allah, Semoga hamba ini selalu berada dalam lindungan-Mu.

February 14, 2007

Valentine

Filed under: Uncategorized — kometzone @ 6:32 pm

Tanggal 14 Februari adalah hari yang dinanti-nantikan oleh para kawula muda di seluruh dunia. Pada hari itu, para remaja biasanya merayakan Hari Valentine, suatu hari di mana digunakan sebagai momen penting untuk menumpahkah kasih sayangnya kepada orang yang dicintai. Ada bunga, kado, sampai pesta mewarnai perayaan hari itu. Tidak heran bila Hari Valentine ditunggu-tunggu orang, khususnya kaum muda, sepanjang tahun. Tetapi aku tidak menanti, kuberharap tiada hari ini, karena aku masih tetap sendiri, termenung menunggu sepi, hapuskan gundah galau di hati, semoga esok pagi kan bersinar lagi, kan kugapai semua mimpi… Perayaan Hari Valentine juga identik dengan kartu, gambar hati, warna merah muda dan Cupid (malaikat kecil bersayap yang selalu membawa panah asmaranya ke mana-mana). Dia sering dipakai untuk lambang cinta di hari kasih sayang. Hal itu karena menurut mitologi Romawi, Cupid adalah anak laki-laki Dewa Venus, dewa cinta dan kecantikan. Sekarang ku hanya bisa menunggu, kapankah dia kan memanahkan hatiku, untuk sesorang yang aku belum tau…

Create a free website or blog at WordPress.com.