Kometzone's Blog

May 30, 2009

Menjaga Hubungan

Filed under: Curhat — kometzone @ 2:37 am

Disaat malam tiba sebelum tidur, saya sempatkan untuk menelponnya. Hal ini kulakukan agar komunikasi diantara kita tetap terjalin. Banyak hal yang dibicarakan dan banyak juga yang dirasakan. Kadang bahagia, kadang ngangenin, kadang juga ngobrol biasa. Terkadang ngomong berat tapi seringnya ngobrol ringan dan sepele. Tapi terkadang hal sepele itu juga menimbulkan salah pengertian antara saya dan dia.
Misalnya malem ini, saya merasa pertanyaan dan permintaan dalam obrolan saya sewajarnya, tapi dia menganggap saya banyak menuntut dan tidak bisa mengerti dirinya. Saya tahu dia sedang capek, begitu juga saya. Tapi saya tidak sadar (note: maafkan saya) ternyata ucapan-ucapan saya itu dianggap sebagai tuntutan yang berlebihan dan tanpa pengertian. Melihat dari sudut pandangnya tentu memang saya patut disalahkan dan saya harus mengakui apa yang telah saya lakukan adalah hal yang salah. Itulah yang disebut dengan sadar atas kesalahan.
Mengarungi kehidupan tak ubahnya mengarungi samudera, terkadang lautan tenang dan angin sumilir, tetapi terkadang tanpa diduga datang ombak besar.  Bagi orang yang faham sunnatullah laut, maka ia bisa berhitung kapan musim ombak dan kapan musim tenang. Tetapi kehidupan juga sering diungkapkan sebagai “tersandung di jalan rata”, terpeleset oleh “kerikil” kehidupan, dan sebagainya. Walau banyak makan asam garam kehidupan, tetap saja masih dihadang oleh banyak problem.
Disinilah wujud manusia sebagai individu adalah unik. Sekarang kita sedang berusaha mempersatukan dua keunikan, keunikan saya dan keunikannya. Jika keunikan saya dan keunikan dia diusahakan bersatu menjadi sinergi maka diharapkan saat kita sepakat membina rumah tangga (amien), kita mampu mempersepsi stimulus secara proporsional. Tetapi jika dua keunikan itu selalu dianggap bertolak belakang, maka segala hal bisa dipersepsi menjadi prinsipil,  dan meresponya juga dengan sikap prinsipil (sikap yang berpijak pada keunikan masing-masing).  Jika keadaan terbentuk demikian maka pecahlah sebuah hubungan, dan sebagai gantinya adalah kesalahfahaman yang berkesinambungan. Akhirnya hubungan itu tidak lagi menjadi “surga” tetapi menjadi “neraka”.

Semoga kita bisa lebih mengerti dan memaknai apa arti dari sebuah hubungan dan tahu bagaimana bersikap dalam menjaga hubungan itu.

Advertisements

May 27, 2009

Ulang Tahunku

Filed under: Uncategorized — kometzone @ 8:40 pm

Hari ini ulang tahunku, 28 tahun sudah hidupku berlalu begitu saja, tanpa perkembangan hidup yang berarti. Aku harus mulai menyadarkan diri, masih banyak hal yang mesti dikejar, jangan sia-sia kan sisa hidup ini. Ya Allah, Semoga hamba ini selalu berada dalam lindungan-Mu.

March 29, 2009

Nyamanlah Jiwaku

Filed under: Curhat — kometzone @ 11:51 pm

This hymn was written after several traumatic events in Spafford’s life (*menurut wikipedia). Yah, itu judul lagu himne yang biasa dilantunkan umat kristiani yang berarti “Nyamanlah Jiwaku”. Seperti itulah gambaran perasaanku hari ini. Hari ini penantian itu terjawab sudah, akhirnya dia menerimaku. Apapun istilahnya itu, tetapi aku bahagia karenanya. Entah kenapa, tiba-tiba dia menjawabnya. Awalnya aku tidak membayangkan akan secepat ini, bahkan aku cenderung tidak mengharapkan dan tidak mempedulikannya lagi. Yang ada dibenak cuman menjalani apa yang menjadi komitmen awalku. Harapan memang terkadang tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi kenyataan ini ternyata jauh lebih indah dibanding harapan itu. Aku gak tau mesti berkata apa? Yang ada hanya rasa syukur yang berlebih kepada-Nya, kenapa Allah begitu baik kepada diriku yang hina dan sering melupakanNya. Tak terduga, ternyata Allah telah membuka jalan itu jauh lebih cepat dari yang terbayangkan selama ini. Mungkin inilah waktu yang telah digariskan untuk diriku. Hari ini dan saat ini, harapan2 itu menjadi kenyataan disaat yang bersamaan. Mungkin inilah yang orang sebut “Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya.” Aku sadar, jalan didepan masih panjang. Tidak adil rasanya jika aku terhanyut dengan kebahagiaan ini. Terlepas itu semua, aku tetap harus waspada, tidak boleh terlena dengan kejadian hari ini. Dengan begitu, aku akan mudah bangkit dalam keterpurukan. Yang jelas, aku tetap merasa sebagai orang yang beruntung dalam bimbinganNya. Alhamdulillah…

March 1, 2009

Dilema Cinta

Filed under: Cinta — kometzone @ 8:51 pm

Saat Cinta menggoreskan luka, timbulah penyesalan dan kecewa… Lalu ku bertanya, mengapa Cinta itu datang? Mengapa aku terbuai oleh nikmatnya Cinta? Cinta memang berbuah manis dan mengandung racun. Banyak orang mengejar Cinta. Demi Cinta, orang rela berkorban. Yang jelas, perjalanan Cinta tak akan selurus jalan tol kanci ataupun semulus pantat Sandra Dewi 🙂
Teori cinta adalah pengorbanan, tak peduli pengorbanan itu akan berarti atau sia-sia, yang pasti proses itu telah memberikan arti tersendiri dalam kehidupan penikmatnya. Apa yang dicari dari Cinta? Kebahagiaan? Ketenangan? Atau Kenikmatan? Argh… cinta memang misteri…
Mengapa wanita bisa terbuai oleh rayuan? Mengapa pria mudah tergoda karena kecantikan? Mengapa? Mengapa Cinta dicari kalau bisa menorehkan luka? Mengapa Cinta itu ada bila ternyata berakhir dengan permusuhan? Mengapa Cinta begitu membuai dan membual? Dilema…, bingung harus melanjutkan atau berhenti saja? Bosan…, apakah ini untuk terakhir kali? Sungkan…, haruskah kujawab pertanyaan orang? Jenuh…, kapankan pencarian ini akan berujung? Malas…, bolehkah kuacuhkan ucapan2 itu? Malu…, kepada siapa aku bisa bersembunyi? pada diri sendiri? Bagaimana dengan hasrat batini? *biar kliatan sopan 😛
Semoga aku bisa menemukan cinta yang bermakna.

February 20, 2009

Dilema Hati

Filed under: Renungan — kometzone @ 8:49 pm

Sehari setelah kau pergi Aku bisa saja sok tak peduli Seminggu berikutnya kau menghubungiku Aku masih bisa sembunyi di balik senyum palsu  Hari hari berikutnya telah terlewati Kesibukan diri membuat semua jadi basi Bulan bulan itu juga telah berlalu Teman silih berganti menghibur aku  Setahun akhirnya terlewati Beranggap semua teratasi Tapi ternyata cerita belum berakhir Kau mencoba kembali hadir  Aku gak tau maksudnya apa? Dia cuma bertanya apakabarnya? Ternyata dia membawa masalah Tapi dia bisa juga sok berkilah  Sekarang aku telah menyadari Dia datang lagi untuk menutup cerita Mencoba untuk menyakiti hati Membuat diriku akhirnya menderita  betapa hancurnya hatiku .. betapa hancurnya jiwa.. tolong bantu diriku.. melewati ini semua.. puas sudah dirimu.. membuatku serasa dilema.. ucap selamat untukmu.. terima kasih cinta..  na.. na.. na.. ha.. ha.. ha..

January 23, 2009

Menyesal Lagi

Filed under: Curhat — kometzone @ 8:48 pm

Sudah lama rasanya aku tidak menyesal, karena aku mencoba berhati-hati dalam menjalani hidup ini dan tidak ingin mengulangi dan terbelenggu dengan banyaknya kesalahan yang sudah kuperbuat dimasa lampau. Tapi malam ini hal ini terjadi lagi. Aku menyesal? Ya, jahatnya aku telah membuat (Walau secara tidak langsung) seorang yang aku sayangi menangis. Ya, memang bukan aku yang membuat dia menangis, tapi karena kebodohanku yang tidak melihat sikon mengakibatkan dia jadi terkena getahnya. Memang aku tidak bisa disalahkan begitu saja, kenapa? Ya, tentu saja karena aku tidak berada di tempat itu sehingga aku tidak tahu sikon sebenernya disitu. So, apa yang membuatku menyesal? Ya Allah, kenapa kesalahan ini terjadi lagi? Apakah kesombonganku mengakibatkan peringatan ini datang lagi dari yang diatas? Mungkin kah hidup yang kita jalani tanpa penyesalan? Mungkin juga sih, tapi yang jelas aku menyesal lagi. Sepertinya aku harus lebih bijak lagi. Maafkan aku.

January 10, 2009

Embun Pagi

Filed under: Renungan — kometzone @ 8:50 pm

Dia datang menyambut pagi di setiap dedaunan dan bunga-bunga. Dia memberikan kesejukan dan kesegaran bagi dunia ini. Perhatikan dari dekat sebutir embun pagi yang melekat pada sebuah daun, pada akhirnya dia akan jatuh ke tanah dan menghilang. Embun itu seperti merelakan diri untuk jatuh ke tanah, bertemu dengan permukaan yang keras dan berdebu. Embun ini sepertinya mengajarkan kita suatu kearifan untuk hidup bukan dengan logika memiliki tapi dengan mengabdi dan memberi

December 27, 2008

Karma

Filed under: Renungan — kometzone @ 8:48 pm

Menilik pernyataan temen aku di tulisan sebelumnya mengenai karma, jadi ingat pula diskusi aku dengan teman minggu lalu dalam sebuah perjalanan pulang mengenai keadilan Allah. “KARMA”, yah apapun orang menyebutnya tapi aku selalu menganggap bahwa itulah keadilan Allah. Tuhan Maha Adil, secara akademik tak seorangpun yang menolak, tetapi banyak pula yang diam-diam mempertanyakan keadilan Tuhan. Pembicaraan tentang keadilan Tuhan bukanlah hal baru. Persoalan ini hadir sejak manusia mengenal baik buruk. Segala hal yang datang dari Tuhan itu pastilah kebaikan, karena dialah yang membuat segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Boleh jadi engkau membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyenangi sesuatu padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui. Keburukan itu ada hanya karena keterbatasan pandangan manusia saja. Segala sesuatu sebenarnya tidak buruk, tetapi nalar manusia yang terbatas itulah yang mengiranya buruk. Nalar tidak dapat menembus semua dimensi.Renungkan pula bagaimana proses yang mengantar manusia (dan makhluk lain) pada kebahagiaan, ternyata di sana ada pihak yang harus menjadi korban. Pengorbanan itu merupakan syarat kesempurnaan jenis makhluk, termasuk manusia. Korban (yang mengalami “keburukan”) harus ada demi mewujudnya kebaikan dan keindahan. Suatu bahaya yang mencekam ternyata melahirkan keindahan berupa munculnya orang-orang pemberani yang berhasil mengusir bahaya itu. Pengalaman menderita sakit parah ternyata bisa mendatangkan rasa keindahan, yakni ketika merasakan betapa nikmatnya kesehatan. Nah, siapa yang harus mengalami semuanya itu jika bukan makhluk?. Jika penderitaan itu terjadi karena kesalahan, maka hal itu sudah setimpal dengan ulahnya, sedangkan jika seseorang tidak bersalah tetapi menjadi korban, maka pengorbanan manusia akan dibalas oleh Allah dengan ketinggian derajat di akhirat. Dapat disimpulkan bahwa untuk memahami tujuan keberadaan dirinya, manusia harus bekerjasama memikul bencana. Tanpa memahami kerjasama itu maka manusia tidak akan mampu memahami makna kehadirannya sebagai manusia. Persoalan keadilan Tuhan memang bukan problem nalar, tetapi problem rasa, sebagai akibat dari keinginana manusia untuk selalu mendapatkan yang terbaik untuk dirinya.Disinilah agama dan keyakinan berperan besar. Wallohu a`lam bissawab.

December 20, 2008

Judgement

Filed under: Renungan — kometzone @ 8:47 pm

Kemaren malem aku chat ama temen yang katanya lagi patah hati. Dia men-judge cowoknya brengsek dan dia mencibir dengan berkata “emang dia ga tau apa kalo ada karma?”. Disini aku tidak ingin membahas masalah dia, yang ingin aku bahas lebih mengenai kenapa orang (termasuk aku) suka menilai apalagi men-judge bahwa aku lebih baik dari dia? Apa bedanya seseorang yang dalam hatinya berbisik men-judge buruk orang lain melalui kaca mata dirinya yang mungkin berbeda karena nilai-nilai yang dianut orang lain itu berbeda dengan nilai yang dirinya anut? kecuali demi satu keuntungan yaitu niat buruk yang terpendam dalam hatinya. Entah Anda setuju atau tidak?

“Seorang terpelajar seharusnya mampu berlaku adil sejak dalam pikiran…”.
(Pramoedya Ananta Toer).

Alangkah indah jika kita mau menjadi hakim pada diri kita sendiri sebelum kita menghakimi orang lain karena tujuan sebenarnya yang kita cari adalah sebuah kebenaran dan bukan suatu pembenaran.

November 28, 2008

Cinta Dan Perkawinan

Filed under: Cinta — kometzone @ 8:46 pm

Cinta, semakin dicari semakin tidak ditemukan. Cinta ada di lubuk hati, ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.  Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Ketika kita mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka kita telah mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya. Ketika kesempurnaan ingin kita dapatkan, maka sia – sialah waktu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

« Previous PageNext Page »

Blog at WordPress.com.